teman terbaik

Posted: August 8, 2012 in Uncategorized

Sejak kecil aku dibesarkan dari keluarga yang sederhana dan bersahaja . Berlatar belakang ibu seorang penjahit dan ayah seorang seniman yang punya usaha dibidang kesenian atau handicraft . Aku kecil adalah sosok anak yang tidak dimanja oleh keluarga , ya karena ayah dan ibu pengen aku kelak dewasa jadi orang yang tegar , kuat dan berani . Apalagi aku anak laki2 tunggal dari 2 keluarga yang berbeda . Seperti anak biasanya , aku menyukain beberapa kegiatan bahkan olahraga . Hampir setiap diajak berolahraga aku semangat , karena hampir tiap pagi aku selalu lari2 kecil bersama ayahku dan tiap sore bersepeda . Satu yang paling ku suka , sepak bola . Ya sepak bola . Gtau kenapa aku kecil sampe sekarang suka banget sepak bola . Bahkan bola udah jadi temen terbaikku . Berawal dari pagi hari saat jogging bareng ayah , waktu itu aku duduk dibangku kelas 3 , aku seneng liat anak2 yang pake sepatu nendang2 bola . Aku berbisik kepada ayah , kapan ya aku bisa kayak gitu aku pengen . Sampe suatu hari aku dibeliin bola dan sepasang sepatu bola yang menjadi sepatu pertamaku sekaligus sebagai langkahku untuk memulai dengan cita2 yang aku inginkan , jadi pemain bola . Bola udah jadi temenku setiap hari di rumah , saat aku sedih, seneng , atau gimanapun perasaanku padahal kala itu aku masih seorang bocah kelas 3 sd . Ayah selalu bilang , “bola itu adalah teman , semakin kamu akrab dan mengenal baik semakin baik pula bola itu terhadapmu. Latian yang serius ya kalo mau jadi pemain top”. Sejak itupun aku memulai langkah kecilku bersamaan dengan semangatku menjadi sebuah impian yang sedang dan akan aku wujudkan . Sejak kelas 3 aku udah bergabung bersama sebuah tim yang bernama Marlboro FC . Namun tak lama setelah itu , aku pindah ke Nusantara , aku masuk di skuad tim junior . Berbagai prestasi junior pun banyak aku raih bersama tim . Saat latihan terkadang aku ditunggu dan dipantau oleh ayah , dan sesekali saat pertandingan orang tuaku menonton . Itu udah menjadi impian yang berbuah nyata menurutku . Bagaimana tidak , aku bermain di lapangan dan dalam kejuaraan , dipinggir lapangan berdiri sosok ayah dan ibu yang mendoakan dan menyemangatiku , aku sangat bangga . Saat usiaku menginjak 14 tahun , aku udah masuk tim senior Nusantara dan pada umur 15 tahun aku mencoba untuk mengikuti seleksi tim Perseden Denpasar U-15 kala itu . Seleksi begitu ketat , aku selalu minta doa kepada ortu agar diberikan yang terbaik begitu juga dengan Tuhan . Semua diluar dugaan bahkan aku gak nyangka ketika seleksi hari terkahir namaku ada didaftar 25 pemain seleksi Perseden U-15 . Sebuah kebanggan yang tak ternilai kala itu . Aku mengikuti pelatihan dan pertandingan melawan tim antar kabupaten lain dan memenangkan semua pertandingan . Namun saat tim Perseden U-15 , mewakili Provinsi Bali sayang aku gak ikut lantaran ada keperluan ujian dan gak dikasi untuk nyusul dari pihak sekolah . Aku sedih , padahal ini kesempatan emas untuk aku khusunya . Tapi aku gak putus asa , aku bertekad untuk lebih baik kedepannya dengan tim yang akan aku naungi . Masuk SMA , baru 2 minggu setelah pengesahan siswa baru + mos dan segala rupanya , ternyata tim sekolah sedang gencar2nya menyiapkan sebuah tim untuk mengikuti turnament Liga Pelajar Bali Post yang diikuti tim2 8 besar yang lolos di ajang Porsenijar (ajang tahunan yang diadakan di Denpasar untuk mencari bakat di bidang kesenian dan olahraga) . Saat itu juga ada peanggilan untuk siswa yang mengambil ekstra bola dan yang telah masuk dalam skuad tim sekolah . Kelas 1 pun turut dipanggil untuk mengikuti seleksi karena kelas 3 tahun lau sudah tamat dan tujuannya untuk mencari generasi baru tim sekolah . Hari seleksi pun tiba , aku melihat hampir sekitar 30 anak siswa kelas 1 yang tergabung dalam tim seleksi , aku sempet melihat permainan mereka semua bagus bahkan aku ngerasa kayaknya aku gak bisa nih lolos apalagi jatah kelas 1 hanya 5 orang . Sore itu tepat hari ke-3 seleksi , wow aku LOLOS ! sebuah awal pencapain penting masa SMA dalam karirku bersama teman terbaikku , bola . Laga pertama dimulai dengan lawan awal yaitu SMA Negeri 4 Denpasar yang taun lalu menduduki posisi 4 porsenijar . Aku lagi2 kaget saat namaku masuk di tim reguler atau tim inti . Saat itupun juga aku gak mau nyia2in kesempatan yang udah pelatih kasih buatku . Pada akhirnya tim sekolah menang 2-1 dengan aku bermain full-time . Bener2 gak bisa dibayangin . Lolos seleksi sekolah menyisihkan 25-an peserta kelas 1 lainnya , bisa masuk tim inti , dan bermain 40 menit x 2 , meskipun gak bisa nyetak gol itu udah menjadi kebanggan yang tak ternilai harganya . Akhir dalam turnamen itu , sekolahku duduk diperingkat ke 3 dengan menyandang status sama , juara 3 porsenijar dan juara 3 Liga Pelajar Bali Post . Aku bangga , sangaaaat bangga atas pencapain tersebut . Aku ingin lebih dan lebih kedepannya kalo bisa ya juara hehe . Suatu hari aku dapet undangan dari sebuah klub yang merupakan binaan dari Perseden U-21 , Kundalini FC . Aku dapet undangan seleksi bersama beberapa temanku yang lain . Gak bisa aku bayangin , aku masih ngerasa kurang dan sangat kurang tapi kenapa harus aku yang dilirik ? Semua gak bisa diungkapin dengan kata2 . Singkat cerita , aku melakoni seleksi . Aku gak peduli lolos atau ngga , tapi aku tetep memberikan yang terbaik dan itu harus karena pemanggilan itu merupakan sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan kualitasku sebagai seorang aktor lapangan hijau . Saat aku latihan bersama tim senior Nusantara , aku kaget saat dibacakan namaku lolos seleksi klub Kundalini , klub yang menjadi idola pemain2 lain karena di sana terdapat banyak pemain hebat dan juga gaji yang jor2an . Langsung kupeluk pelatihku sambil berbisik , “coach , terimakasih banyak atas semuanya” . Sambil tersenyum pak pelatih memelukku begitu juga teman2 ku memberi ucapan kepadaku . Aku lolos seleksi bersama 3 orang temaku . Aku menelfon orang tuaku dan mereka bangga . Hmm , tepat saat liburan kelas 1 semester pertama , aku mulai debut dengan berlatih bersama teman2 Kundalini lainnya yang lebih senior . Mulanya canggung tapi ya gara2 mereka semua menyenangkan dan friendly , aku udah mulai membiasakan beradaptasi secara pelan2 . Senior yang di Kundalini pun terus menyupport aku . Latihan rutin pun aku terima seminggu 3x . Disisi lain , tim sekolahku dalam 2 taun terakhir tidak pernah menduduki tahta teratas karena 2 tahun beruntun sekolah ku selalu kandas di babak 8 besar melawan tim yang sama , SMA Negeri 6 Denpasar . Padahal saat itu sekolahku , SMA Negeri 5 Denpasar juga menjadi unggulan. Alhasil prestasi dengan teman terbaikku gagal aku wujudin diturnamen bergengsi tahunan itu . Namun tidak halnya di klub , prestasiku semakin apik semenjak gabung dengan Kundalini FC . Bermotivasikan suntikan honor 1,5 jt/6 bulan membuatku semakin bersemangat bahkan belum termasuk bonus lain . Tapi aku tidak pernah mengalihkan fokus ke uang , justru sebaliknya . Aku mengincar prestasi , ya PRESTASI ! Tentunya dengan teman terbaikku . Awal liga perdana bersama klub , saat melakoni turnamen internal Perseden selama seminggu , saat itu bulan puasa . Ujian yang amat berat . Tapi aku selalu mencoba buat kuat meskipun sesekali aku tidak berpuasa karena kompetisi padat dan menuntut tenaga yang ekstra . Perjuangan itupun tak rugi , Kundalini keluar sebagai juara 1 kompetisi itu meskipun aku sangat jarang main reguler (maklum masih baru, hehe) tapi aku cukup puas dan Alhamdulillah . Bonus pun datang melimpah ruah dari sang pemilik klub yang juga pengusaha , Pak Agung . Kejadian pahit pernah aku alami saat aku melakoni uji coba bersama tim Kundalini . Saat itu bermain pada sebuah lapangan yang terletak di daerah Jimbaran , lapangan Samudra namanya . Saat itu kami melawan tim lokal sana yang ditujukan untuk melatih kesiapan tim dalam mengahadapi kompetisi Divisi 1 Nasional . Aku saat itu masuk menjadi pemain pengganti . Naas , aku benturan diudara melawan pemain belakang lawan dan aku jatuh , tanganku patah . Takkk , suara itu keras terdengar saat aku benturan . Mungkin saat posisi jatuhku yang salah , karena posturku yang kecil saat kalah merebut bola udara . Semua pemain , wasit , bahkan official tim berlari ke arahku dan menyayangkan kejadian itu . Sejak itupun karirku terhenti selama kurang lebih setengah tahun , ya 6 bulan tanpa bermain dengan teman terbaikku . Aku sedih , aku takut semuanya akan hilang apalagi aku sudah menjelang kelas 3 SMA . Setelah sembuh atau 6 bulan kemudian , aku disibukkan dengan agenda sekolah yang begitu padat karena sekolah mempunyai program khusus untuk setiap murid2nya , khususnya aku yang sudah duduk dibangku kelas 3 SMA . Perlahan-lahan aku mulai meninggalkan dunia yang telah membesarkan namaku dikalangan sekolah , dunia sepak bola . Masalah trauma mungkin jadi faktor utama , dan kegiatan yang padat menjadi faktor pendukungnya . Sesekali aku berlatih jogging untuk tetap mempertahankan stamina , dan sesekali aku latihan bola ringan bersama teman2 di hari Minggu untuk mengembalikan rasa trauma . Dan pada akhirnya aku putusin untuk vakum selama setahun untuk tidak bermain bola , meskipun terkadang bermain di hari Minggu . Semua itu udah aku pikirin mateng2 , ayah juga nyaranin untuk fokus ke sekolah dulu . Hmmm teman terbaik aku tinggalkan untuk smentara waktu , namun tidak halnya setelah aku lulus SMA . Aku berjanji untuk bermain bersamamu lagi !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s